Rabu, 13 Juli 2011

Trek Rindu Alam


Informasi Umum:
- Jenis trek = cross country
- Jarak tempuh = 30 km
- Waktu tempuh = 6 jam
- Start = Rindu Alam, Puncak.
- Finish = Gadog, Ciawi.

---------------------------------------------
Bagaimana Mencapai nya?

Trek Rindu Alam dapat dicapai dengan menggunakan mobil pribadi. Biasanya mobil diparkir di areal restoran Sederhana, Gadog, yaitu persis setelah lampu merah sehabis keluar toll Ciawi. Atau bisa juga diparkir di Mesjid sebelum restoran Sederhana. Lama perjalanan dari Jakarta sekitar 1 jam dalam keadaan jalan toll lancar. Berangkat subuh dari Jakarta merupakan waktu terbaik, karena bisa mencapai tempat parkir mobil sekitar jam 6 pagi.

Dari tempat parkir mobil ini, Rider dapat menyewa angkot untuk mengangkut sepeda berikut Ridernya sampai ke tempat start. Tempat start yang biasanya dipakai adalah "Warung Mang Ade" sebelah kanan jalan setelah restoran Rindu Alam, sebelum puncak pass. Ongkos angkot sekitar 80rb rupiah sekali drop untuk 4 penumpang. Jadi kira-kira 20rb rupiah per orang untuk patungan ongkos angkot.

------------------------------------------------------------
Trek-1. Rindu Alam - Taman Safari, Cisarua

Warung Mang Ade merupakan tempat start yang ideal untuk trek ini. Jika belum sempat sarapan di rumah, Rider dapat sarapan di sini dengan menu ala warung puncak. Sarapan terasa lebih nikmat sambil menikmati pemandangan kebun teh di sekitar warung.





Masuk ke trek dimulai dengan jalur tanah di tepian kebun teh. Sekitar 2 km pertama merupakan trek yg bagus bagi Rider untuk melakukan pemanasan, terutama untuk newbie yang baru pertama melakukan cross country. Pemandangan indah di sekitarnya jangan sampai dilewatkan terutama untuk para penggila fotografi.
















Setelah melewati double trek dengan pemandangan yang indah, maka belokan kanan pertama mulai masuk ke single trek dengan tanah yang cukup curam. Bagi Rider yang berpengalaman, masuk ke trek ini seperti mulai mendapat tantangan. Namun bagi newbie diharapkan dapat berhati-hati.

Lewat perkebunan teh tersebut perjalan mulai dihiasi kembali dengan pemandangan yang indah. Turunan bebatuan juga menjadi tantangan bagi para Rider untuk menikmati light downhill. Dalam trek ini performance fork depan dan belakang (bagi sepeda fulsus) akan di uji ketangguhannya.

Di ujung jalan makadam, kembali kita masuk ke single trek hutan lalang dengan melewati dua buah sungai kecil di awalnya.


Cross country yang sedikit extrem setelah sungai kecil tersebut kembali menjadi tantangan tersendiri bagi para Rider. Single trek seperti ini berjarak sekitar 2 km yang di akhiri dengan sedikit drop-off di kawasan parkir gantole puncak.

Belok ke kiri di areal parkir tersebut, jalan agak sedikit tersembunyi, Rider akan kembali menemui single trek dengan kondisi sama dengan trek sebelumnya. Rider dapat menelusuri trek ini sampai akhirnya bertemu dengan jalan makadam. Pada trek ini Rider akan tertantang untuk memacu sepedanya sekencang-kencangnya melewati perkebunan teh Gunung Mas. Beberapa teman bahkan melakukan semacam racing dengan titik finish di jalan aspal kawasan wisata Gunung Mas.

Menemui jalan aspal merupakan tanjakan pertama dari trek rindu alam ini. Tidak berjarak jauh hanya sekitar 500 m, namun membuat para Rider kelelahan. Di ujung jalan aspal ini ada dua pilihan, pertama belok ke kanan melalui tanjakan yang lebih pendek, atau belok ke kiri terus ke kanan melewati rumah penduduk untuk tanjakan yg lebih panjang. Tanjakan ini biasa disebut dengan Ngehe-0.

Namun dengan melalui tanjakan yang lebih panjang tersebut, usaha para Rider akan dibayar lunas dengan mendapatkan trek light downhill yang panjang. Sekitar 10 menit goweser akan menikmati kecepatan tinggi di turunan jalan berbatu. Turunan ini akan diakhiri dengan "jumping-jumping" melewati akar-akar pohon di trek kebun teh.

Jika Rider mengambil alternatif jalan tanjakan yg lebih pendek (belok ke kanan setelah pabrik teh), trek akan berakhir di persimpangan jalan kedua. Tandanya adalah Rider akan menemukan pagar beton di sebelah kanan jalan. Pagar tersebut merupakan batas areal taman safari.

Baik alternatif satu maupun dua, keduanya akan bertemu di jalan aspal yang dikelilingi tembok beton. Rider harap mengambil jalan di samping tembok beton tersebut ke arah kiri. Dengan demikian posisi tembok adalah di sebelah kanan Rider. Terus mengikuti trek ini pada jalan aspal, sampai bertemu dengan pertigaan di perumahan penduduk. Rider diharapkan akan mengambil jalan ke kanan di pertigaan tersebut. Trek ini merupakan trek aspal yang terus di ikuti sampai akhirnya bertemu pertigaan jalan aspal yang menuju ke taman safari.

Bagi Rider yang tidak mempunyai banyak waktu utk mengikuti keseluruhan trek, pertigaan ini merupakan jalur alternatif untuk pulang ke titik finish melalui jalan aspal. Bagi newbie yang baru pertama kali melalui trek Rindu Alam, disarankan untuk mengambil jalan aspal ini ke titik finish, karena setelah ini trek menjadi lebih sulit.

---------------------------------------------------
Trek-2. Taman Safari - Ngehe1 - Jalur Kondangan (alternatif-1)

Setelah melalui trek pertama sampai di Taman Safari, biasa nya para Rider akan perlu beristirahat utk melanjutkan trek berikutnya. Sebagian Rider akan memanfaatkan waktu utk menikmati nasi-goreng atau pun bubur ayam di warung pinggir jalan sekitar parkiran. Di sekitar situ biasanya sudah banyak anak-anak kecil yang menawarkan jasa ojek sepeda (sepeda kita dibawain), atau pun ojek motor (kita naik di sepeda motor).

Jika sudah cukup kelelahan, para Rider dapat menghemat tenaga dengan menyewa ojek tersebut. Biasanya tarif yang berlaku adalah 30rb rupiah utk sepeda+orang. Tapi itu tergantung proses tawar menawar dengan para ojek sepeda (anak-anak kecil) dan ojek motor (biasanya anak yang lebih tanggung). Tujuan yang kita sepakati dengan para pengojek adalah puncak jalur kondangan.

Namun, jika sudah biasa bersepeda, disarankan utk meng-gowes sampai puncak jalur kondangan. Jarak ke sana tidak terlalu jauh (sekitar 3km), tapi merupakan tanjakan yang lumayan menantang. Tanjakan inilah yang disebut Ngehe-1. Jalur yang dilalui adalah jalan semen (swadaya masyarakat) yang lumayan lebar. Kadang-kadang dilalui oleh mobil. Sampai di ujung jalan, silahkan mengambil belokan ke kiri.

Persimpangan jalur kondangan adalah di pertengahan jalur Ngehe-1 tersebut. Tandanya adalah tiang listrik di kanan jalan, sekitar 500m dari belokan kiri tadi. Jika kawatir nyasar, banyak penduduk di sekitar situ yang bisa di tanyai belokan tepat nya.

Di ujung puncak jalur tersebut, rider tanjakan akan berakhir di perkebunan teh. Melewati sedikit rumah penduduk dan tanjakan, maka para Rider akan menemui jalan makadam (double trek) di tengah perkebunan teh. Di sini para Rider harus bersiap untuk menikmati trek Light Downhill berupa jalan makadam yang panjang. Jangan lupa untuk memakai Deker maupun protector lain jika hendak memacu kecepatan di trek ini. Untuk sepeda hardtail, di saran kan tidak melalui jalur ini (ada alternatif lain melalui kebun teh), karena jalan berbatu akan menyebabkan pantat lumayan kesakitan.

Para rider setelah menikmati kecepatan tinggi di trek makadam, akan finish pada persimpangan jalan, masih di kebun teh. Jalan akan berbelok ke kiri ditandai dengan adanya bak kecil di sebelah kiri jalan berukuran sekitar 1.5 x 1.5 m. Rider akan perlu menggowes lagi di jalanan ini karena jalan agak menanjak.

Diantara kelelahan menggowes di tanjakan, jangan lupa menikmati pemandangan alam di sekitar trek tersebut yang di suguhi dengan pemandangan perkebunan teh yang menyejukkan. Tidak perlu terburu-buru di trek ini karena memang tidak ada yang dikejar.



Ujung trek adalah jalan aspal sebesar dua jalur mobil persis setelah jalan makadam. Jika Rider tidak menemukan jalan aspal ini, berarti Rider tersasar ke jalur lain. Tapi tidak perlu kawatir karena semua jalur ujung nya akan ke jalan aspal jalan raya puncak.

Setelah menemui jalan aspal ini, Rider akan mengikuti jalan tersebut melewati rumah-rumah penduduk dan banyak di lalui mobil. Kiri-kanan jalan adalah rumah penduduk maupun warung-warung yang dapa di singgahi kapan pun Rider perlu untuk beristirahat. Ujung jalan ini adalah persis di jalan raya samping restoran Sederhana Gadog. Jarak dari awal jalan aspal sampai Gadog sekitar 5km yang merupakan jalan turun maupun tanjakan curam.

-------------------------------------------------------------------
Trek-2. Taman Safari - Ngehe1 - Ngehe2 - Piramid - Gadog (alternatif-2)

Jalur ini merupakan alternatif ke-2 dari Taman Safari. Jalur ini lebih berat karena melewati dua tanjakan, Ngehe1 dan Ngehe2. Biasanya jalur ini dipakai oleh Rider yang berpengalaman atau penggemar tanjakan.

Dari parkiran Taman Safari, Rider mengambil jalur masuk di kanan jalan melewati jembatan, sama seperti jalur alternatif-1 diatas. Namun Rider tidak berbelok ke kanan di pertengahan Ngehe1, tapi terus menanjak sampai pondok seng. Pondok seng ini terletak di ujung tanjakan Ngehe1. Beberapa Rider akan kelelahan melewati tanjakan ini sehingga disarankan bagi yang belum terbiasa (dan terpaksa ikut rombongan), untuk menggunakan jasa ojek (sepeda+orang).

Pada pondok seng pertama ini, Rider disarankan utk menikmati pemandangan perkebunan teh, sambil beristirahat. Beberapa Rider menjadikan pondok seng tersebut sebagai titik akhir tanjakan sebelum mengambil jalur kanan yang nantinya akan bertemu dengan jalur kondangan.

Setelah cukup beristirahat, Rider dapat melanjutkan perjalanan melalui tanjakan berikutnya yang biasa di sebut Ngehe2. Tanjakan ini merupakan jalur mobil (makadam) yang melingkar di kiri pondok seng. Ada jalan alternatif melalui jalur tengah yang akan sampai pada pondok seng kedua. Namun jalur ini jarang di ambil oleh para Rider karena akan melewati banyak sarang tawon di perjalanan.

Ujung tanjakan masih di jalan makadam tersebut, ditandai dengan puncak tertinggi di jalur tersebut yang merupakan pertemuan antara jalur makadam maupun jalur potong di tengah trek.

Sampai di ujung tanjakan tersebut, para Rider bisa beristirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan. Selebihnya adalah turunan yang menantang untuk memacu kecepatan tinggi bagi para pecinta light downhill.

Setelah cukup beristirahat, Rider dapat melanjutkan perjalanan melewati makadam. Jalan agak berbelok sedikit ke kiri dan kanan sampai menemui single trek lagi sekitar 500m di depan. Rider harap berhati-hati di trek, karena ada jalur ke kanan di antara single trek tersebut. Jalur ini ditandai dengan pondokan rusak, tidak terawat, di kiri jalan. Jika menemui pondokan rusak tersebut, persis di kanan jalan akan ada jalur yang masuk ke single trek lagi.

Rider dapat mengikuti single trek ini dengan berhati-hati. Pada musim hujan, biasanya trek ini menjadi rusak parah dan menjadi aliran sungai kecil. Trek menjadi sangat licin dan berbahaya. Beberapa Rider biasanya menghindari jalur ini jika sehari sebelumnya terjadi hujan.
Pada ujung trek, Rider akan bertemu dengan jalur double trek ditandai dengan adanya bangunan permanen yang rusak di sebelah kiri jalan. Orang-orang menyebutnya "sarang nyamuk" karena banyaknya nyamuk di bangunan tersebut. Disarakan agar tidak beristirahat di bangunan tersebut, karena selain banyak nyamuk, daerah tersebut juga agak angker.

Rider dapat melanjutkan perjalanan dengan mengikuti jalan double trek tersebut. Trek ini merupakan turunan yang lumayan panjang (sekitar 2 km), melalui trek tanah yang di hiasi dengan akar-akar pohon yang melintang. Rider pemula diharapkan berhati-hati, karena bisa tergelincir di akar-akar tersebut.

Setelah melewati jalur tersebut, Rider akan memasuki lagi turunan berikut nya yang tidak kalah menarik. Jalur tersebut lebih terbuka di banding jalur sebelumnya, karena terletak di atas bukit dengan dikelilingi kebun teh. Yang menarik dari jalur ini adalah adanya efek fatamorgana, dimana jalan terlihat menanjak, namun sebetulnya turunan yang cukup curam. Dengan demikian sepeda akan terpacu dengan kencak di jalur tersebut. Ujung dari jalur ini adalah tanjakan sedikit yang diikuti dengan turunan curam yang biasa di sebut dengan "Piramid".

Pada ujung "Piramid" Rider diharapkan berhati-hati sebelum mengambil keputusan utk menuruni bukit itu. Bagi Rider yang tidak berpengalaman, bukit tersebut akan sangat berbahaya karena cukup curam. Kecuramannya mungkin sama dengan trek-trek Downhill untuk kompetisi. Tapi bagi Rider yang berpengalaman, turunan ini merupakan turunan yang mengasyikkan karena dapat memacu sepeda dengan kecepatan tinggi.

Setelah melalui turunan "Piramid" tersebut, Rider akan melalui jalan single trek kembali di antara perkebunan teh. Jalur sudah tidak ada yang berbahaya, hanya beberapa turunan sebelum akhir nya sampai pada awal jalan aspal. Rider dapat mengikuti jalan aspal tersebut sampai ujungnya bertemu dengan jalan raya gadog. Jarak dari jalan aspal sampai gadog adalah sekitar 5km.

Demikian ulasan untuk jalur Rindu Alam kali ini. Disarankan Rider agar tetap berhati-hati di jalur tersebut. Jangan sampai memaksakan diri untuk mengikuti rombongan, karena memang kekuatan fisik orang berbeda-beda. Jika memang Rider kelelahan, disarankan untuk mengambil jalur alternatif yang lebih ringan.

Biasanya sekitar jam 12an siang, kita sudah sampai finish. Jangan lupa menutup hari yang indah tersebut dengan santap siang di restoran padang sederhana.

Sampai Jumpa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar